Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara β 20 Mei 2026
Di kawasan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, aktivitas pengupasan kerang hijau menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi perempuan nelayan dan ibu rumah tangga. Di tengah keterbatasan ekonomi pesisir, pekerjaan ini membantu menopang kebutuhan keluarga sehari-hari, meskipun penghasilannya masih relatif kecil.
Setiap pagi, sejumlah perempuan berkumpul di rumah-rumah sederhana maupun pos kecil dekat pasar ikan untuk membersihkan dan mengupas kerang hijau hasil tangkapan nelayan. Aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir selama bertahun-tahun.
Perempuan pengrajin kupas kerang hijau di kawasan pesisir Kalibaru, Jakarta Utara.
Pekerjaan kupas kerang hijau membutuhkan ketelitian dan ketahanan fisik. Para pengrajin harus membuka cangkang satu per satu menggunakan alat sederhana. Setelah itu, daging kerang dipisahkan, dibersihkan dari kotoran, lalu dikumpulkan untuk dijual kepada pedagang atau diolah lebih lanjut.
Meskipun terlihat sederhana, proses tersebut memerlukan waktu panjang dan tenaga yang tidak sedikit. Dalam sehari, seorang pengrajin bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membersihkan beberapa kilogram kerang.
Dari pekerjaan tersebut, rata-rata penghasilan yang diperoleh berkisar antara:
Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti:
Bagi masyarakat Kalibaru, aktivitas kupas kerang bukan sekadar pekerjaan tambahan. Kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Para perempuan dapat bekerja sambil tetap mengawasi anak-anak dan mengurus rumah tangga. Mereka saling membantu, berbagi informasi harga pasar, hingga bekerja bersama saat pasokan kerang sedang banyak.
βKami kerja sambil ngobrol dan saling bantu. Walaupun hasilnya kecil, setidaknya bisa membantu kebutuhan rumah.β
Namun ketergantungan pada musim tangkapan membuat pendapatan mereka tidak stabil. Saat cuaca buruk atau hasil laut menurun, jumlah kerang yang diproses ikut berkurang sehingga penghasilan juga menurun drastis.
Di balik manfaat ekonomi tersebut, terdapat persoalan lingkungan yang semakin terlihat di kawasan pesisir, yaitu menumpuknya limbah kulit kerang hijau.
Sebagian besar cangkang dibuang begitu saja di sekitar tempat pengolahan, pasar, maupun pinggir pantai. Akibatnya muncul berbagai dampak lingkungan yang mengganggu masyarakat sekitar.
Padahal jika dikelola dengan baik, limbah kulit kerang memiliki nilai ekonomi yang cukup besar.
Tumpukan limbah cangkang kerang hijau yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Secara ilmiah, cangkang kerang hijau mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dalam jumlah tinggi. Bahan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali dalam berbagai sektor.
Beberapa potensi pemanfaatan kulit kerang antara lain:
Namun hingga saat ini, sebagian besar masyarakat belum memiliki fasilitas maupun pengetahuan teknis untuk mengolah limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.
Ada beberapa kendala utama yang membuat pemanfaatan limbah cangkang belum berkembang di tingkat komunitas pesisir:
Padahal jika limbah dikumpulkan secara bersama-sama dalam skala komunitas, potensi ekonominya cukup menjanjikan.
Langkah pertama adalah membentuk kelompok pengelola limbah cangkang di tingkat RT, RW, atau kelompok pengrajin.
Cangkang perlu dicuci untuk menghilangkan sisa organik yang menyebabkan bau. Setelah itu dilakukan proses pengeringan menggunakan sinar matahari atau oven sederhana.
Proses ini penting untuk:
Setelah kering, cangkang dapat dihancurkan dan digiling menjadi serbuk halus. Tepung kalsium tersebut memiliki nilai jual sebagai:
Pasar lokal pertanian menjadi peluang yang cukup potensial jika kualitas produk terjamin.
Selain dijadikan serbuk, cangkang utuh juga dapat diolah menjadi produk kerajinan.
Contoh produk yang dapat dibuat:
Dengan pelatihan desain dan finishing, produk sederhana dapat memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dalam skala lebih besar, serbuk cangkang memiliki potensi digunakan sebagai bahan campuran semen ringan atau bata alternatif. Namun langkah ini membutuhkan kerja sama dengan pihak teknis maupun lembaga pendamping.
Beberapa tahapan sederhana yang dapat dilakukan komunitas pesisir antara lain:
Jika dikelola secara serius, pengolahan limbah cangkang dapat membuka peluang usaha baru bagi perempuan pesisir. Tidak hanya meningkatkan pendapatan rumah tangga, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Program pemberdayaan seperti:
dapat menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekonomi perempuan nelayan di kawasan pesisir Jakarta Utara.
βLimbah yang selama ini dibuang sebenarnya bisa menjadi sumber penghasilan baru jika dikelola dengan baik.β
Aktivitas kupas kerang hijau telah menjadi bagian penting dalam kehidupan perempuan pesisir Kalibaru. Meski penghasilannya belum besar, pekerjaan tersebut membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga nelayan.
Namun persoalan limbah cangkang perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih besar. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah kulit kerang dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru yang bernilai.
Dukungan pelatihan, modal kecil, teknologi sederhana, dan akses pasar akan sangat membantu masyarakat pesisir untuk berkembang secara mandiri sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.