Oleh ; Ustadz Amanu
Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan umat Islam, tetapi momentum besar untuk menghidupkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada sesama manusia. Qurban mengajarkan bahwa harta yang dimiliki sejatinya adalah titipan Allah SWT yang harus dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Secara bahasa, qurban berasal dari kata โqarubaโ yang berarti dekat. Artinya, ibadah qurban adalah salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan harta, keikhlasan, dan kepatuhan terhadap perintah-Nya.
Qurban juga menjadi simbol ketakwaan, sebagaimana Nabi Ibrahim AS rela mengorbankan putranya karena ketaatan kepada Allah SWT. Namun Allah menggantikannya dengan seekor hewan sembelihan sebagai rahmat dan pelajaran bagi umat manusia.
Allah SWT berfirman:
ููุตูููู ููุฑูุจูููู ููุงููุญูุฑู
โMaka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.โ
โ QS. Al-Kautsar : 2
Melalui qurban, umat Islam diajarkan untuk membersihkan hati dari sifat kikir, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkuat persaudaraan sosial di tengah masyarakat.
Pendekatan kepada Allah SWT tidak hanya dilakukan melalui shalat dan doa, tetapi juga melalui amal ibadah yang membawa manfaat bagi sesama manusia. Salah satu bentuk pendekatan tersebut adalah berqurban, karena di dalamnya terdapat:
Allah SWT menegaskan:
ููู ููููุงูู ุงูููููู ููุญููู ูููุง ููููุง ุฏูู ูุงุคูููุง ูููููฐููู ููููุงูููู ุงูุชููููููููฐ ู ููููู ู
โDaging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.โ
โ QS. Al-Hajj : 37
Karena itu, hakikat qurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan membangun ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan umat Islam.
Daging hewan qurban dianjurkan dibagikan kepada:
Rasulullah SAW mengajarkan agar daging qurban dibagikan untuk memperkuat ukhuwah dan kebahagiaan bersama pada Hari Raya Idul Adha.
Di wilayah pesisir, nilai qurban memiliki makna yang sangat mendalam. Banyak nelayan hidup dalam keterbatasan, menghadapi cuaca buruk, hasil tangkapan yang tidak menentu, dan biaya operasional melaut yang tinggi. Karena itu, semangat berbagi dan saling membantu menjadi pondasi penting kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui qurban, masyarakat diajak untuk membangun solidaritas sosial, menguatkan persaudaraan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang jarang menikmati makanan layak.
โBerqurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi menyembelih kesombongan, keegoisan, dan sifat kikir dalam diri manusia.โ