Di tengah debur ombak, kerasnya angin laut, dan perjuangan mencari nafkah di lautan, masyarakat pesisir memiliki ketangguhan yang luar biasa. Kehidupan yang dekat dengan laut membentuk karakter pekerja keras, berani menghadapi risiko, dan penuh semangat gotong royong. Namun di tengah perkembangan zaman, himpitan ekonomi, pengaruh lingkungan negatif, serta lemahnya pendidikan agama, nilai-nilai keimanan dan aqidah mulai menghadapi tantangan yang serius.
Karena itu, kebangkitan aqidah masyarakat pesisir menjadi kebutuhan penting demi membangun kehidupan yang lebih bermartabat, penuh keberkahan, serta diridhai Allah SWT. Kebangkitan ini bukan hanya tentang memperbanyak kegiatan ibadah, tetapi juga membangun kesadaran spiritual, akhlak mulia, persatuan umat, dan kekuatan sosial masyarakat pesisir.
Sebagai taklimat kebangkitan aqidah, Allah SWT menegaskan bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada-Nya.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
— QS. Adz-Dzariyat : 56
Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh aktivitas kehidupan, termasuk bekerja di laut, mencari nafkah, mendidik keluarga, hingga menjaga lingkungan pesisir, harus dilandasi oleh aqidah dan nilai ibadah kepada Allah SWT.
Aqidah yang kuat akan melahirkan:
Rasulullah SAW bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan.”
— HR. Muslim
Hadits ini mengajarkan bahwa umat Islam harus kuat dalam iman, ilmu, ekonomi, mental, dan semangat menghadapi kehidupan.
Allah SWT menjelaskan bahwa laut adalah nikmat besar bagi manusia.
وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا
“Dan Dialah yang menundukkan lautan untukmu agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar dan kamu mengeluarkan darinya perhiasan yang kamu pakai.”
— QS. An-Nahl : 14
Ayat ini menunjukkan bahwa hasil laut merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri, dijaga, dan dimanfaatkan dengan penuh amanah.
Allah SWT juga mengingatkan manusia agar tidak merusak bumi dan lautan:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.”
— QS. Ar-Rum : 41
Karena itu, kebangkitan aqidah masyarakat pesisir juga berarti menjaga laut dari kerusakan, pencemaran, penangkapan ikan yang merusak, serta eksploitasi berlebihan terhadap alam.
Di tengah kehidupan pesisir, terdapat berbagai tantangan sosial yang harus dihadapi bersama:
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
— HR. Bukhari dan Muslim
Hadits ini menjadi pengingat bahwa tokoh masyarakat, orang tua, guru, pemuda, dan pemimpin wilayah pesisir memiliki tanggung jawab dalam membina aqidah umat.
Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.”
— QS. At-Taubah : 18
Masjid harus menjadi pusat:
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang ayah memberikan pemberian terbaik kepada anaknya selain adab yang baik.”
— HR. Tirmidzi
Anak-anak pesisir harus dibekali:
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
— QS. At-Talaq : 2–3
Ekonomi pesisir harus dibangun dengan:
Allah SWT berfirman:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”
— QS. An-Nahl : 125
Dakwah di wilayah pesisir harus dilakukan dengan pendekatan:
Jika aqidah masyarakat pesisir bangkit, maka akan lahir masyarakat yang kuat secara spiritual maupun sosial.
Di antaranya:
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
— QS. Ar-Ra’d : 11
Kebangkitan aqidah masyarakat pesisir bukan sekadar membangun kegiatan keagamaan, tetapi membangun peradaban. Dari pesisir yang kuat imannya, akan lahir generasi tangguh yang menjaga laut, menjaga akhlak, dan menjaga agama.
Semoga masyarakat pesisir menjadi masyarakat yang kuat dalam tauhid, kokoh dalam persaudaraan, serta mampu menjadi cahaya kebangkitan umat di masa depan.
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
— QS. Al-Baqarah : 148
Wallahu A’lam Bish Shawab.
Oleh : Ustadz Amanu
Alumni Santri Salaf Tegal Rejo Magelang