Di tengah kerasnya kehidupan pesisir dan modernisasi industri perkapalan, masih berdiri kokoh karya-karya anak bangsa yang lahir dari pengalaman, naluri laut, dan ketekunan tangan para maestro pembuat kapal tradisional. Salah satu sosok tersebut adalah Bapak Tawa, seorang ahli pembuat kapal dan perahu nelayan dari kawasan pesisir yang dikenal luas karena keahliannya merancang perahu bagang yang mampu bertahan hingga lebih dari 20 tahun.
Perahu bagang bukan sekadar alat tangkap ikan. Ia adalah denyut kehidupan nelayan, penopang ekonomi keluarga pesisir, dan simbol pengetahuan maritim tradisional Indonesia yang diwariskan turun-temurun.
Di tangan Bapak Tawa, kayu-kayu biasa berubah menjadi kapal kokoh yang mampu menghadapi ombak, angin laut, serta kerasnya cuaca perairan Indonesia. Konstruksi kapal yang dibuatnya dikenal kuat, seimbang, tahan lama, dan sangat memahami karakter laut pesisir utara Jawa.
Keahlian Bapak Tawa bukan diperoleh dari bangku universitas, melainkan dari pengalaman puluhan tahun hidup bersama laut. Ia belajar dari alam, membaca arah angin, memahami keseimbangan kapal, hingga mengetahui jenis kayu terbaik yang mampu bertahan di air asin selama puluhan tahun.
Banyak nelayan mempercayakan pembuatan kapal bagang kepada beliau karena hasil pekerjaannya terbukti kuat dan bernilai ekonomi tinggi. Tidak sedikit kapal buatannya masih beroperasi aktif meski telah digunakan lebih dari dua dekade.
โPerahu bukan hanya kayu yang dirakit, tetapi harapan keluarga nelayan untuk bertahan hidup.โ
Sayangnya, keahlian luar biasa seperti ini sering kali tidak mendapatkan perhatian serius. Padahal kemampuan membuat kapal tradisional merupakan aset nasional yang memiliki nilai strategis bagi ketahanan ekonomi maritim Indonesia.
Ironisnya, banyak maestro pembuat kapal tradisional seperti Bapak Tawa belum memiliki sertifikasi resmi keahlian dari lembaga terkait. Padahal kemampuan mereka telah terbukti nyata di lapangan, bahkan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat nelayan.
Sudah seharusnya pemerintah, institusi pendidikan, lembaga maritim, dan stakeholder industri perikanan memberikan perhatian serius terhadap profesi ini.
Bentuk perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui:
Tanpa langkah nyata, Indonesia berisiko kehilangan para maestro kapal tradisional yang selama ini menjaga denyut ekonomi nelayan kecil.
Perahu bagang bukan hanya sarana menangkap ikan, tetapi juga penggerak roda ekonomi nasional. Dari kapal-kapal inilah lahir:
Jika para pembuat kapal tradisional tidak lagi ada, maka nelayan kecil akan semakin bergantung pada kapal industri mahal yang belum tentu sesuai dengan karakter perairan lokal.
Padahal Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qurโan:
ูููููู ุงูููุฐูู ุณูุฎููุฑู ุงููุจูุญูุฑู ููุชูุฃููููููุง ู ููููู ููุญูู ูุง ุทูุฑููููุง
โDan Dialah yang menundukkan lautan untukmu agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar.โ
โ QS. An-Nahl : 14
Ayat ini menjadi pengingat bahwa laut adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama, termasuk menjaga manusia-manusia hebat yang mengabdikan hidupnya untuk dunia maritim Indonesia.
Sudah saatnya para pembuat kapal tradisional memperoleh tempat terhormat dalam pembangunan nasional. Keahlian seperti yang dimiliki Bapak Tawa harus dipandang sebagai warisan budaya, aset ekonomi, dan ilmu maritim bangsa yang sangat berharga.
Pemerintah, kampus, dunia industri, dan lembaga sertifikasi perlu turun langsung melihat kenyataan di lapangan: bahwa di pesisir Indonesia masih hidup para maestro kapal yang bekerja tanpa gelar, namun menghasilkan karya luar biasa.
Jika perhatian dan regenerasi tidak segera dilakukan, maka Indonesia perlahan akan kehilangan pengetahuan maritim tradisional yang selama ratusan tahun menjadi kekuatan bangsa bahari.
Bapak Tawa adalah gambaran nyata bahwa keahlian besar tidak selalu lahir dari ruang akademik, tetapi juga dari pengalaman, ketekunan, dan kecintaan terhadap laut. Perahu bagang buatannya yang mampu bertahan hingga 20 tahun menjadi bukti bahwa masyarakat pesisir Indonesia memiliki kemampuan luar biasa yang patut dihargai.
Sudah waktunya negara hadir, memberikan pengakuan, sertifikasi, perlindungan, dan dukungan nyata kepada para maestro pembuat kapal tradisional nusantara.
โMenjaga Maestro Kapal Tradisional, Menjaga Masa Depan Maritim Indonesia.โ