← Kembali ke Portal Berita

Mental Nelayan Adalah Mental Taqwa

📂 Pengajian 📅 06 September 2026 👁 31
Mental Nelayan Adalah Mental Taqwa

Nelayan Ber-Sholawat : KH. Syarifudin Hambali Bangkitkan Semangat Masyarakat Pesisir

Dalam rangka memperingati Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Anak Yatim dengan tema "Nelayan Ber-Sholawat" yang digelar pada 5 September 2026 dengan penyelanggara Yayasan Duta Amanah Pesisir Bapak KH. Syarifudin Hambali dari Banten Kota Santri menyampaikan tausiyah yang penuh motivasi dan menyentuh hati masyarakat pesisir.

Dalam ceramahnya di atas panggung yang berlatar belakang laut dan perahu nelayan, Kyai yang akrab disapa Abah Syarif ini memaparkan tentang potensi dan keberhasilan orang-orang pesisir yang memiliki mental ketaqwaan yang kuat.

Potensi Besar Masyarakat Pesisir

Menurut beliau, orang pesisir terlahir dari fitrah Islam yang murni. Kehidupan yang keras di laut justru membentuk jiwa yang tawakal, sabar, dan dekat dengan Allah SWT.

"Jangan pernah berkecil hati menjadi orang pesisir. Jangan merasa termarjinalkan oleh keadaan," — KH. Syarifudin Hambali

Beliau memberikan contoh nyata ulama besar kebanggaan Banten dan Nusantara, Syech Nawawi Al-Bantani. Meski lahir dan tinggal di wilayah pesisir Tanara, beliau tumbuh menjadi Ulama Alim Allamah yang karya-karyanya mendunia hingga ke Tanah Suci.

Dari Nelayan Menjadi Pemimpin Pondok Pesantren

Demikian pula dengan perjalanan hidup beliau sendiri. KH. Syarifudin Hambali menceritakan masa kecilnya sebagai seorang nelayan. Dengan latar belakang sederhana dari pesisir, atas izin Allah kini beliau mampu membangun dan memimpin pondok pesantren di Banten yang dikenal sebagai Kota Santri.

"Itu bukti bahwa dari pesisir pun bisa lahir pemimpin umat, bisa lahir ulama. Kuncinya adalah ketaqwaan," — KH. Syarifudin Hambali

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bagi masyarakat pesisir bahwa kondisi ekonomi, lingkungan,maupun latar belakang kehidupan bukanlah penghalang untuk meraih kejayaan dan keberhasilan.

Bangkit dengan Landasan Ketuhanan

Di akhir tausiyahnya, beliau menyemangati seluruh masyarakat nelayan untuk bangkit. Kebangkitan tersebut harus berlandaskan Ketuhanan, dengan meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam memperjuangkan aqidah Islam.

seperti perjuangan Rasulullah yang mampu bertahan sampai saat ini dan hingga akhir zaman bagi para pengikutnya, maka masyarakat pesisir pun harus memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan kehidupan dunia dan akhirat.

Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

Acara Maulid dan santunan yatim tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ratusan warga nelayan. Lantunan sholawat menggema sebagai wujud cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat kebangkitan masyarakat pesisir.

Pesan untuk Masyarakat Pesisir

Semoga semangat dari pesisir ini menjadi inspirasi bahwa kemuliaan seseorang bukan dilihat dari tempat tinggalnya, melainkan dari ketakwaannya kepada Allah SWT.

Nelayan Ber-Sholawat menjadi simbol bahwa dari tengah kehidupan masyarakat pesisir dapat tumbuh keislaman, kepedulian, persatuan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

maka masyarakat pesisir pun harus memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan kehidupan dunia dan akhirat.

Di sajikan oleh : Ustadz Amanu

Alumni Santri Salaf Tegal Rejo, Magelang

Tags:

#KHSyarifudinHambali #NelayanBerSholawat #MaulidNabi2026 #BantenKotaSantri #SyechNawawiAlBantani #TausiyahPesisir #SantunanYatim